Situs Purbakala Online
Indonesia

Menulis Untuk Dibaca

Di tengah hiruk pikuk kericuhan dunia yang makin menjadi-jadi setiap hari, sudah seharusnya kita sebagai manusia fana untuk senantiasa berperan aktif menjadi bagian yang penting di dalamnya. Apalagi melihat suasana negeri ini yang seakan sedang mengalami kondisi “kritis” di berbagai bidang. Kita juga harus kritis untuk menanggapi maupun mengatasi kondisi “kritis” tersebut

Selama hampir seperempat abad saya hidup di Indonesia, rasanya baru beberapa tahun ini nuansa “kritis” sungguh mengena sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu secara pribadi dengan segala kerendahan hati, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada facebook, twitter, instagram, youtube, serta berbagai jenis website yang telah banyak membantu perkembangan dunia. Selamat tinggal koran.

Rasanya sudah tidak sabar saya ingin menonton Spiderman, Thor, dan Power Rangers the movie yang akan rilis tahun ini. Maklum saja selama 4 tahun kuliah, hobi saya tidak lain hanyalah menonton film lewat PC.

Setelah meninggalkan kebiasaan naik gunung yang semakin mainstream, sekarang saya sudah tidak lagi memiliki keterkaitan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan alam. Kini 70% aktifitas dalam sehari saya habiskan di depan layar 14″ dengan resolusi HD yang lumayan memanjakan mata.

Dulu waktu rambut saya masih sebahu, segala sesuatu tidak serumit yang saya bayangkan. Belum kepiran kuota apalagi sinyal 4G. Saya hanya peduli pada keutuhan rambut dan bagaimana merawatnya. Hampir setiap hari saya keramas. Boros memang, tetapi semua itu demi kesehatan.

Namun kini telah berubah. Indonesia negeri yang begitu saya banggakan ini sekarang terasa semakin ramai. Ramai dengan berbagai isu dan berita yang bikin ramai. Walaupun saya harus jujur, sebenarnya keramaian ini juga cukup menyenangkan.

Saya menulis untuk dibaca.

by :

Seorang pemuda yang senantiasa membela kepentingan bangsa dan negara Indonesia di atas kepentingan pribadi dan golongan. Menulis untuk dibaca.