Situs Purbakala Online
Dunia

Lebaran Usai, Saatnya Menebar Kesalahan

Sudah tidak asing lagi bagi kita untuk saling maaf-memaafkan di hari lebaran. Entah punya salah atau tidak, mengucap mohon maaf lahir batin sudah sepatutnya kita lakukan di momen yang fitri tersebut. Meskipun hanya lahir atau batinnya saja yang dimaafkan. Tidak masalah.

Lalu apa jadinya setelah kita saling memaafkan? Bagi yang meminta-maaf-tanpa-kesalahan tentu segalanya akan berjalan biasa-biasa saja, normal-normal saja dan aman-aman saja. Tinggal menunggu tahun depan – lalu mohon maaf lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun apa jadinya bagi pemohon maaf yang butuh kesalahan untuk minta maaf, tentunya mereka membutuhkan modal untuk dapat digunakan pada lebaran taun depan. Hal ini tentu menjadi polemik bagi mereka. Satu-satunya jalan adalah dengan melakukan kesalahan. Lalu kapankah waktu yang tepat untuk memulai kesalahan baru pasca lebaran?

Sebelum masuk ke topik utama tersebut, perlu kita sadari bahwa kadang sebagian orang meminta maaf tanpa tahu apa kesalahannya. Jadi biasanya yang terucap adalah “maafin saya ya kalau punya salah”. Dan yang memaafkan pun tidak tahu harus memaafkan apa. Jadi biasanya dijawab “iya sama-sama, saya juga minta maaf kalau ada salah”. Kasus semacam ini terjadi karena biasanya kesalahan yang dilakukan merupakan bentuk ke-tidaksengaja-an. Atau memang tidak punya salah sama sekali tapi bersikeras ingin minta maaf, luar biasa. Maka dari itu sangat disarankan untuk melakukan kesalahan secara sengaja saja.

Kembali ke pokok persoalan kapan waktu yang tepat untuk memulai kesalahan pasca lebaran. Sebenarnya kesalahan dapat kita lakukan kapan saja kok. Jangan khwatir. Bahkan pada hari H pun bisa. Jadi waktu yang ideal untuk membuat kesalahan adalah sewaktu-waktu, kapan pun, sak-karepmu. Kita bebas melakukan kesalahan seperti bebasnya kita melakukan kebenaran. Yang terpenting adalah jangan lupa untuk mencatat daftar kesalahan serapi mungkin. Sehingga ketika lebaran tiba kita dapat secara rinci dan sistematis meminta maaf kepada siapapun yang kita mau. Kalau ada yang lupa kita bisa gunakan jurus di atas – “maafin saya ya kalau punya salah”. Kalau sudah tidak sabar ya tidak usah menunggu lebaran, langsung minta maaf saja.

Yang jelas minta maaf itu bukan sekedar formalitas belaka, apalagi formalitas saat lebaran. Kecuali jika memang salah dan maaf sudah dianggap formal. Jangan takut minta maaf meski tidak punya kesalahan. Tidak minta maaf pun tidak apa-apa, masih ada maaf yang lama. Jangan takut tidak dimaafkan meski sudah tidak mau lagi minta maaf. Tidak dimaafkan pun tidak apa-apa, masih ada kesalahan lainnya.

Jadi sudah berapa kesalahan yang anda maafkan?

by :

Seorang pemuda yang senantiasa membela kepentingan bangsa dan negara Indonesia di atas kepentingan pribadi dan golongan. Menulis untuk dibaca.