Situs Purbakala Online
Indonesia

Gerakan Pengangguran

Sejak jaman nenek moyang kita telah disuguhi dengan berbagai macam jenis pekerjaan. Dulu menjadi pelaut mungkin adalah profesi yang menjanjikan, karena seperti kita ketahui bahwa nenek moyang kita adalah seorang pelaut. Pelaut bisa jadi kedudukannya hampir sama dengan pegawai bank, polisi, atau PNS di jaman sekarang, jadi rebutan banyak orang. Bagi yang jauh dari bibir pantai, bercocok tanam tentu menjadi pilihan yang mujarab sebagai pokok pekerjaan atau kegiatan alam lain yang dapat menjadi sumber penghidupan.

Terlepas dari jenis pekerjaan jaman dahulu yang tentu pilihannya tidak sebanyak seperti jaman sekarang, saya justru  penasaran apakah ada pengangguran di jaman nenek moyang? Apakah pengangguran pada masa itu dapat hidup dberdampingan? Kalau ada lalu bagaimana cara mereka bertahan hidup? Tentunya dengan makan.

Namun yang berlalu biarlah berlalu. Mari kita berdamai dengan masa lalu. Entah ada pengangguran atau tidak pada jaman nenek moyang, yang jelas pengangguran itu ada di jaman sekarang dan keberadaannya menjadi suatu fenomena yang tidak dapat kita tepis dari kenyataan.

Ada yang bilang menjadi pengangguran itu nasib. Nasib yang buruk. Buruk karena belum dapat pekerjaan. Jadi cara paling efektif agar tidak menjadi pengangguran adalah dengan bekerja. Bekerja dan dapat uang. Agar bisa makan dan melestarikan keturunan.

Intinya pengangguran itu ya harus cari kerjaan. Minimal punya kesibukan dan aktifitas harian agar ada yang bisa dikerjakan. Kalau terpaksa tidak ada yang bisa dikerjakan maka duduk saja dan menanti keajaiban juga termasuk pekerjaan. Jangan takut menganggur selama ada yang bisa dikerjakan. Jangan pula takut dipekerjakan kalau sudah bosan jadi pengangguran. Terus lakukan gerakan selama menjadi pengangguran. Tidak perlu khawatir soal uang.

by :

Seorang pemuda yang senantiasa membela kepentingan bangsa dan negara Indonesia di atas kepentingan pribadi dan golongan. Menulis untuk dibaca.